Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Bala Kuning Sumbawa, Histori dibalik Bangunan yang Serba Berwarna Kuning

Bala Kuning Sumbawa, Histori dibalik Bangunan yang Serba Berwarna Kuning
Kunjungan Wisatawan ke Bala Kuning Sumbawa
Ngibarbalang.id – Sore hari, momen indah berkeliling kota sekedar menikmati indahnya kota Sumbawa kala sore hari.

Kala sore hari seperti inilah para muda mudi Sumbawa berkeliling sekedar jalan-jalan atau nongkrong di tempat-tempat favorit mereka.

(Emmm...yang jomblo mah pasti ama teman cowoknya jalan-jalan sore)

Uppsss, lupakan tentang jalan-jalan tadi...

Ada satu bangunan di sekitaran Lapangan Pahlawan Sumbawa yang menjadi perhatian saya.

“I know that call Bala Kuning”

Tapi saya hanya sekedar tau jika itu adalah salah satu situs peninggalan sejarah dalam sistem kerajaan Sumbawa.

“Bangunannya juga masih utuh kok...!!!”

Yuk cari tau lebih jauh tentang yang satu ini...

Bala Kuning Sumbawa, sebuah bangunan besar yang ada dan letaknya tak jauh dari Istana Bala Putih. Uniknya, Bangunan ini didominasi warna kuning hingga ke bagian dalamnya.

Oh ya, sebagai informasi:

Bala Kuning ini merupakan kediaman Sultan Muhammad Kaharuddin III setelah turun tahta, didalamnya juga tersimpan benda peninggalan seperti keris, mahkota, tombak, pakaian raja, perhiasan dan beda bersejarah lainnya warisan kekayaan Kesulatanan Sumbawa.
Sejarah Kediaman Sultan:

1931 – 1934 : Setelah menikah, Sultan Kaharuddin III meninggalkan Istana Tua.
1934 – 1959 : Sultan dan keluarga pindah ke istana Wisma Praja.
1959 : Sultan pindah ke Bala Kuning, hingga wafatnya di tahun 1975.

Menelusur lebih jauh lagi, ternyata bangunan ini dibangun pada tahun 1940 dan selesai pada tahun 1942 oleh Belanda.

Nah ini beberapa Koleksi Barang Pusaka Di Bala Kuning yang ada hingga saat ini:
Benda-benda magis kerajaan seperti bodong, sarpedang, payung kamutar, tear (tombak/lembing), keris, Al-Quran tulis tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al-Jawi abad ke 17 yang terpelihara dengan baik.

Kelapa kembar yang ditemukan seorang penduduk saat Gunung Tambora meletus tahun 1815, yang diserahkan kepada Sultan, dan dijadikan tempat koin/uang.

Topi Sultan berbentuk bulat lebar dan kuncup ke atas, sebagai simbol bahwa Sultan selalu mengayomi rakyat, tanpa panda bulu dan aksta.

Tempat tidur dan singgasana, namun tidak dirakit, menginggat ukurang yang besar dan membutuhkan ruangan luas.

Tidak hanya itu, ada juga Al Quran tulisan tangan Muhammad Ibnu Abdullah Al Jawi yang dibuat pada sekitar tahun 1784) tepatnya pada pemerintahan Sultan Harrunnurrasyid II (1770 – 1790) yang berlapiskan emas, perak dan perunggu dalam kondisi yang masih sangat baik.

Wah, menarik nih jika mendengar peninggalan sejarah kesultanan Sumbawa

Bala Kuning Sumbawa juga memiliki Salah satu koleksi yang sangat langka adalah sarung tangan sawit yang hingga kini masih terawat dengan apik.

Jika kita amati dengan seksama, Istana Bala Kuning ini memiliki kemiripan dengan Bala Lompoa yang ada di Makassar. Jika Bala Kuning merepresentasikan kehidupan Kasultanan Sumbawa maka
Bala Lompoa adalah saksi sejarah Kerajaan Gowa.

Apakah ini pertanda bahwa Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Gowa memiliki hubungan yang erat kala itu?

“Ya, sangat mungkin sekali jika melihat adat dan tata cara masyarakat Sumbawa saat ini.

Hmmm, bagi yang ingin mengunjungi Bala Kuning Sumbawa berlokasi di jalan Dr. Wahidin, Anda bisa mengunjunginya dengan menggunakan kendaraan umum seperti angkutan kota, ojek maupun becak.

Sepertinya tak lengkap datang ke Sumbawa jika tak meliha-lihat bagunan Kuning yang penuh dengan nilai sejarah ini. || NB

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot