Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Ada Apa di Zaman Kuno Gumi Sasak?

Ngibarbalang -- “Sasak” nama salah satu suku yang ada di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Pulau Lombok. Penduduk atau masyarakat asli Pulau Lombok adalah suku sasak.

Terdengar unik dan sedikit aneh, itu mungkin karena kamu kurang pengetahuan tentang suku-suku yang ada di Nusantara ini.

Suku sasak....

Ada beberapa definisi menurut para ahli, simak berikut ini:

Sumber lisan: Sasak, karena zaman dahulu ditumbuhi hutan belantara yang sangat rapat.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa: Sasak diartikan buluh bambu atau kayu yang dirakit menjadi satu.

Kitab Negarakertagama (Decawanana): Sasak dan Lombok dijelaskan bahwa Lombok Barat disebut Lombok Mirah dan Lombok Timur disebut Sasak Adi.

Dr. C.H. Goris: "Sasak berasal dari bahasa Sansekerta (Sak = pergi dan Saka = asal). Jadi Orang Sasak adalah orang yang meninggalkan negerinya dengan menggunakan rakit sebagai kendaraannya. Orang yang pergi tersebut dimaksudkan adalah orang Jawa.

Hal ini dibuktikan dengan adanya silsilah para bangsawan dan juga hasil sastra digubah dalam bahasa Jawa Madya dan berhuruf Jejawan (huruf sasak)".

Dr Van Teeuw dan P. De Roo De La Faille: "Sasak berasal dari pengulangan tembasaq (kain putih) yaitu saq saq sehingga menjadi Sasak dan kerajaan Sasak berada di sebelah barat daya ".

Ditjen Kebudayaan Provinsi Bali: "Di Pujungan Tabanan Bali terdapatsebuah tongtong perunggu yang dikeramatkan bertuliskan "Sasak dana prihan, srih javanira". Tongtong itu ditulis setelah Anak Wungsu, sekitar abad ke- 12 M.

Dalam babad Sangupati: "Lombok terkenal dengan nama Pulau Meneng (sepi)".

Steven van der Hagen: "Pada tahun 1603 di Labuan Lombok banyak beras yang murah dan hampir setiap hari dikirim ke Bali sehingga pelabuhan Lombok dipopulerkan menjadi Lombok".

Bagaimana ketika Gumi Sasak masih dalam zaman prasejarah?
Zaman Kuno Gumi Sasak
Zaman Kuno Gumi Sasak | Ngibarbalang.id
Sama halnya dengan daerah lain, suku Sasak juga memiliki untaian sejarah panjang yang di mulai dari prasejarah.

Nah...

Pada periode akhir zaman prasejarah, masyarakat Gumi Sasak telah mulai mengenal kehidupan secara teratur.

Nenek moyang orang Sasak melakukan hubungan dengan dunia luar sehingga berbagai peralatan semakin berkembang dengan adanya sating tukar-menukar barang, mulai dari barang-barang untuk melengkapi kebutuhan hidup sehari-hari hingga perhiasan.

Benda-benda dari hasil temuan tersebut merupakan kekayaan budaya material yang dapat menggambarkan tentang aktivitas dan kreativitas kehidupan masa lalu.

Penemuan lain seperti, piring porselin dan buli-buli, menunjukkan adanya hubungan masyarakat gumi Sasak dengan China.

Piring porselin tersebut diperkirakan berasal dari abad XII M sampai dengan abad XIII M pada masa Dinasti Sung. Sedangkan buli-buli berasal dari masa Dinasti Yuan abad XIII M dan XIV M.

Selain itu, ditemukan juga kedudeng, yang biasa dipergunakan sebagai perhiasan pada masyarakat desa Bayan.
Hal ini sangatlah beralasan karena bangsa China telah menguasai jalur perdagangan laut.

Perdagangan lewat jalur laut memungkinkan terjadinya arus dagang dalam jumlah besar sehingga barang -barang yang berasal dari China juga banyak ditemukan di Gumi Sasak.

Penemuan batu nisan yang bertuliskan huruf China dan Arab di Pringgabaya masih belum menunjukkan jawaban yang pasti tentang hubungan China dengan Islam di Gumi Sasak karena belum adanya kajian secara khusus tentang hal tersebut. | NB

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot