Breaking

Post Top Ad

Kerja sambil Travelling ke Lunyuk, Kawasan Indah di Sisi Selatan Pulau Sumbawa

Travelling-ke-Kecamatan-Lunyuk-Pulau-Sumbawa
Menikmati Indahnya Pantai Lunyuk | Kabupaten Sumbawa
Ngibarbalang.id‘Adzan subuh’ terdengar berkumandang jelas disela-sela tidur tak lelap ini. ‘uh, sholat subuh dulu’ kewajiban subuh bagi setiap muslim yang ada di semesta ini.

Sekilas mengecek jadwal kunjungan (rutinitas seorang salesman) hari ini, ternyata tepat di Kecamatan Lunyuk, salah satu kecamatan yang ada di bagian selatan Kabupaten Sumbawa. Bergegas aku beranjank dari sejadah yang tebentang untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk hari ini.

Tas siap...!!!

All in one, semuanya sudah disiapkan didalam tas. Mulai dari hal-hal kebutuhan kerja hingga hingga kebutuhuan untuk tujuan lainnya. Kali ini saya akan menyusuri salah satu kawasan dengan lokasi pantai yang sangat indah.

Lanjut Cek Motor...

Kebetulan kamar berada di lantai atas, saya segera turun untuk mengecek motor sebelum berangkat menuju Kecamatan lunyuk dan sejenak menghidupkan lalu membersihkannya. Ntar kalo dijalan macet kan bisa ribet nich urusannya. Lintasan kali ini agak ektrem, hutan dan kondisi jalan yang berliku-liku.

Eiith, berliku-liku yang ini nggak seperti lika luku dalam urusan cinta ya guys....hihi

6.30 pagi, ku pacu sepeda motor mengara ke gas station untuk mengisi BBM motor hinnga full. Takutnya kalo BBM habis dijalan kan bisa jadi repot.

Sejuk pagi terasa menusuk namun terasa fresh banget, sesekali menarik nafas panjang sepertinya ingin menggantikan udara kotor yang ada di paru-paru akibat rokok yang berlebihan.

Start from Sumbawa City...

Dari tengah kota sumbawa mengarah ke jalan Lintas Sumbawa-Bima hingga menemukan pertigaan yang kedua (simpangan Boak), disimpangan ini saya mengarah ke selatan dengan belok kanan di pertigaan tersebut.

Nah, guys...rute menuju lunyuk ini akan melintasi beberapa Kecamatan, yaitu Kecamatan Moyo Hulu dan Kecamatan Lenangguar dan yang terakhir memasuki Kecamatan Luntuk. Hanya saja jarak antar kecamatan ini dipisahkan oleh sawah dan beberapa lagi dipisahkan oleh hutan yang lebat.

Semakin jauh hawa sejuk makin berasa apalagi akan memasuki kecamatan Lenangguar. Terlihat hamparan luas tanaman jagung masyarakat yang tumbuh dengan suburnya (maklum akhir-akhir ini Kabupaten Sumbawa memang terkenal dengan penhasilan jagungnya) dominasi sebagai petani membuat sebagian besar lahan pertanian di tanami jagung.

Hanya saja yang menjadi perhatian saya ketika melihat beberapa kawasan yang seharusnya adalah hutan sebagai penahan debit air berubah fungsi menjadi lahan pertanian jagung.

Kalo ntar Sumbawa Banjir gimana ya? 

Hutannya tinggal sedikit sich...

Ah, mau gimana lagi! Satu sisi hutan harus dijaga tapi pada sisi lainnya kebutuhan ekonomi masyarakat juga harus terpenuhi.

Ingat! Anak-anak mereka sekolah dan sekolah itu mahal (Yah, kalo pemerintah bilang sih gratis..)
Belum lagi kalau anak-anak mereka ada yang sudah masuk diperguruan tinggi tentu akan membutuhkan biaya yang mahal.

Dua hal yang menjadi polemik kehidupan.

Yang menjadi perhatian saya adalah bagaimana jika hamparan luas tanaman jagung-jagung ini sudah panen, seperti apa ya Penampakannya.

So, no trees there....

Gundul lah dikau wahai gunung-gunung ku....

Uuussss...just forget it!

Lanjut perjalanan melewati Kecamatan lenangguar menuju kecamatan Lunyuk, kecamatan yang menjadi destinasi saya kali ini. Sepanjang perjalanan sudah nampak benih-benih keindahaan diseputaran perbukitan dan jurang-jurang yang ada di pinggirsebelah kanan jalan.

Sesekali saya berhenti hanya untuk menikmati segarnya udah pagi ditengah perjalanan yang diselimuti suara-suara alam yang memformasi diri menjadi suara  nan merdu. Terlihat tanaman-tanaman bambu berduri yang ada di lereng-lereng perbukitan menjulang kejalan.

Suasana makin menjadi indah kala saya melintasi sebuah lereng perbukitan yang bertebingkan tanah dan batu yang berwarna agak kemerahan, sebenarnya saya ingin foto-foto dulu sich disini tapi agak sedikit merinding, maklum suasana sepi dan masih pagi banget.

Segerombolan monyet-monyet hutan mulai bermain di pinggir jalan dan sesekali berlari memanjat pepohonan kala saya melintas di dekat nya. Hanya saja yang menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah kok mainnya di pinggir jalan? Terlihat mereka sedang mencari makan di pinggir jalan dan terkadang lemparan sisa-sisa makanan menjadi rebutan mereka.

Apa di hutan yang tinggal tak seberapa ini susah untuk mencari makanan seperti biasa dan lazim yang mereka lakukan.

Ah..kayak manusia aja, makin kesini maskin susah mencari pekerjaan....

Tapi inilah hal yang bisa saya tangkap dari gelagat yang mereka lakukan dijalanan. Dikejauhan, terlihat sebuah tulisan Bendungan, ternyata saya sudah memasuki kawasan Kecamatan Lunyuk, yaitu Plara, desa pertama yang saya jumpai.

Masih terlihat suasana sepi, hanya saja terlihat beberapa masyarakat Desa Plara yang sedang beraktifitas di persawahan mereka. Ini adalah rutinitas sehari-hari mereka. Maklum di kawasan kecamatan Luyuk memiliki irigasi pengairan yang tergolong cukup baik. Ada sunga besar yang melintasi kawasan Lunyuk. Sungai ini sering mereka sebut Brang Beh.

Brang Beh adalah sungai yang menjadi sumber utama dari pengairan sawah-sawah mereka. Debit air sungai Brang Beh sangat bagus sekali, cukup untuk irigasi pertanian yang ada di Kecamatan Lunyuk ini.  Sepanjang tahun baik musim penghujan maupun musin kemarau sungai ini tidak kering.

Oh ya, sebelum saya melanjutkan, saya menyesesaikan pekerjaan saya dulu ya... after that i will tell you about the beautiful of Lunyuk.

Nah, dari perkampungan paling Ujung Sampar Bontong saya berbalik arah mencari spot-spot bagus untu disinggahi.

Ah, entah apa nama pantainya tapi yang jelas indah. Saya singgah dan sejenak berkolaborasi dengan alam, duduk santai di barugak sejenak melepas lelah seharian melakukan perjalanan.
Terlihat ombak-ombak berkejaran dipinggiran pantai lepas Kecamatan Lunyuk, pasir putih berteman dengan gradiasi warna laut yang sangat mempesona. Hembusan angin melenyapkan kepenatan siang sehabis bekerja.

Work, trip and money.....

Mau gimana lagi, kalo trip aja mah uangnya dari mana? Hihi

Jadi harus dipadukan agar semuanya bisa dapat. Sesekali saya mengabadikan moment indah selama berada dipinggiran pantai. Bermain dengan pasir putih sekaligus menikmati indahnya Pantai Selatan Kabupaten Sumbawa ini.

Sejenak berbaring dipasir putih di bawah rindangnya pepohonan yang ada dipinggiran pantai, tak terasa mata terlelap dan tertidur.

Hmm...serasa hidup dijaman prasejarah, nggak punya rumah lalu tidur disembarangan tempat..hihii
Terlelap hingga tak terasa hari menjelang sore,

Uhhh...udah sore nich, go home!

Akhirnya saya pun bergegas pulang takutnya kemalaman di perjalanan, maklum yang dilewati itu banyak hantu, aiiits salah...banyak hutan maksudnya.

Ada banyak sebenarnya hal-hal yang ingin saya ceritakan selama diperjalanan, hanya saja kecapeaan nulisnya kalo terlalu panjang, ntar juga yang bacanya ikutan ketiduran.

Keep your day pleasure guys!

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot