Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Situs Bersejarah Sumbawa: Bukti Nyata Sejarah Peradaban Sumbawa Zaman Dahulu

ngibarbalang.id -  Keberadaan Sumbawa tak lepas dari keberadaaan situs bersejarah yang terdapat dibeberapa tempat. Bukti bukti yang kini menjadi situs bersejarah ini masih bisa terlihat dengan jelas di beberapa tempat yang berbeda.

Kala itu Gunung tambora mencapai ketinggian 4000 m, sedangkan secara geologis diketahui pula bahwa pulau ini dulunya telah tenggelam 1000 m. Hal ini menandakan bahwa antara Sumbawa dengan Sanggar adalah daratan yang luas. Menurut hasil penelitian sejarah bahwa letusan gunung Tambora menghabiskan sebagian dari Gunung tersebut.

Jangan lupa baca juga tentang Siapa Orang Sumbawa Sebenarnya? 

Di beberapa tempat juga di temukan berbagai jenis peninggalan benda bersejarah, nah simak beberapa ulasan berikut ini:

Penelitian Arkeologi di Batu Tering

Menurut sebuah penelitian Arkeologi yang di lakukan di kawasan Batu Tering oleh Tim Peneliti Arkeolog Pusat yang melakukan survei pada bulan Mei tahun 1980.

Penenlitian ini menyatakan bahwa sekitar 30.000 – 50.000 tahun di kala akhir Plestosen telah ada manusia prasejarah di Sumbawa.

Menurutnya, pada zaman Glasial Sumbawa bersambung langsung dengan Lombok, Bali dan daratan Sunda (jawa, Kalimantan, Sumatra). Hal inilah yang mempermudah manusia pra sejarah berimigrasi melalui “jembaran darat”. Hal ini di buktikan dengan temuan 4 sarkofagus Batu Tering.


Melihat Situs Ai Renung
Situs-Bersejarah-Sumbawa
Situs Ai Renung | Situs Bersejarah di Sumbawa
Situs bersejarah ‘Ai Renung’ merupakan situ yang paling pertama di temukan di Sumbawa. Ynag menemukan situs ini adalah Dinullah Rayes dari kabin kebudayaan kabupaten Sumbawa. Penemuan tersebut dilakukan sekitar tahun 1971 bersama seorang yang memang ahlinya, Drs. Made Purusa dari Balai Arkeologi Denpasar. Mereka juga didampingi tenaga ahli dari pusat Arkeologi nasional yang melakukan penelitian pertama di Pulau Sumbawa. 

Nah, Pada penelitian pertama ditemukan hanya tiga buah situs sejarah berupa sakofagus, lalu setelah dilakukan peneitian yang berkelanjutan, hingga saat ini sudah ada ditemukan hingga tujuh buah sakopagus atau kuburan batu.

Penyebutan situs Ai Renung bukan tanpa alasan. Situs tersebut disebut situs Ai renung karena berada di kompleks per-sawahan Ai-renung dekat kampung Ai-Renung, nama kawasan tersebut waktu itu. Secara administratif lokasi-lokasi penemuan situs tersebut berada di Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa – Nusa Tenggara Barat.

Pada situs ini suda terjadi pemugaran dan dapat di kunjungi sebagai salah satu objek wisata sejarah yang ada di Batu Tering.

Rute dan transportasi menuju Situs Ai Renung

Situs Ai Renung berlokasi di Desa Batu Tering, Moyo Hulu yang berjarak tidak jauh dari perkotaan Sumbawa kurang lebih sekitar 5 kilometer dari Kawasan pedesaan Batu Tering dan Sekitar 30 kilometer dari perkotaan Sumbawa Besar.

Dari Sumbawa, kamu akan mengarah ke Timur melalui Bukit Tinggi melalui jalan Lintas Sumbawa – Bima. Sesampai di persimpangan Boak kamu dapat mengarak belok kanan  kearah selatan. Dari pertigaan tersebut kamu bisa lurus hingga sampai ke Pusat Kecamatan Moyo Hulu atau Desa Sebasang (Pertigaan Toko Alfamart) kamu bisa belok kiri hingga menemukan tanda arah menuju situs Ai Renung.

Untuk sampai ke Situs Ai Renung, dari Sumbawa kamu bisa menggunakan kenderaan motor sepeda pribadi agar lebih mudahnya. Namun untuk sampai ke lokasi situs Ai Renung mungkin lebih baik kamu berjalan kaki, karena jalannya bebatuan dan motor tidak di ijinkan untuk masuk ke lokasi situs ini demi kelestariannya.

Lanjut menjelajahi Situs Raboran
situs-bersejarah-sumbawa
Situs Raboran | Situs Bersejarah Sumbawa
Selanjutnya kita menilik situs Raboran. Situs Raboran juga merupakan sarkopag. Awal mulanya Raboran adalah sebuah dusun kecil yang terpencil berada di lereng gunung, tempat ini kala itu terkenal sebagai pusat penggemblengan, pelatihan serta dijaikan sebagai tempat belajar ilmu kebal bagi para pasukan atau tentara yang datang dari Kerajaan Sumbawa, pasukan tersebut kala itu lebih dikenal dengan nama Bala Cucuk, yang merupakan pasukan elit Kerajaan Sumbawa.

Menurut beberapa informasi yang saya dapatkan. Penghuni terakhir dari Dusun Raboran adalah keluarga Sandro Acin, beliau adalah seorang Guru ilmu kebal yang terkenal.

Mereka  tinggal disekitar situs Raboran, namun sekarang ini kawasan Raboran sudah tidak berpenghuni lagi kecuali keberadaan lahan pertanian masyarakat sekitar, yang berkembang dari ladang menjadi perkebunan atau yang masyarakat sebut dengan nama gempang.
Keberadaan di lokasi Gunung Tarakin dan Lutuk Peti 
situs-bersejarah-sumbawa
Situs Tarakin | Situs Bersejarah Sumbawa
Gunung Tarakin dan Lutuk Peti berada di Dusun Kuang Amo Desa Sempe Kec. Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Lokasi ini adalah beberapa diantara sekian banyak gunung yang masih menyimpan jejak-jejak para leluhur dari zaman prasejarah yang bisa memberikan kesaksian bahwa seperti apa Sumbawa kala itu dan hal tersebut layak untuk diberikan perhatian besar dalam rangka melestarikan nilai-nilai sejarah yang tercecer. 

Selanjutnya, ada beberapa hal yang menjadi konsentrasi kita. Perlu diketahui bahwa didalam hutan tersebut 13 titik Penemuan Sarkopagus unik masih bertahan dibawah rimbunnya pepohonan yang menjulang tinggi yang membuat suasana siang seperti temaram diawal malam.

Keberadaan benda-benda bersejarah tersebut sebenarnya dapat menguatkan sejarah tempo dulu, apa dan bagaimana prosesnya!

Dari beberap hal tersebuti kita bisa melihat keunikan pola hidup, pola-pola bersejarah yang menjadi bagian dari alur kehidupan manusia yang berkomunikasi lewat gambar dalam pahatan bernilai seni tinggi di permukaan batu-batu besar.

Ada kesamaan bentuk dan rupa yang ditinggalkan di beberapa titik yang berbeda, ada gambar binatang dan manusia yang menghiasi dinding-dinding batu menyimpan makna yang sulit untuk diungkap kecuali oleh mereka para ahli.

Menjadi sangat menyedihkan jika beberapa bukti sejarah ini tak dapat perhatian khusus dari beberapa kalangan agar bagaimana situ bersejarah ini tetap dapat terjaga dan selalu menjadi saksi sejarah tentang keberadaan masa lalu Sumbawa.


Situs Temang Dogan
situs-bersejarah-sumbawa
Batu Babung | Situs Bersejarah Sumbawa
Situs selanjutnya adalah situs Temang Dongan. Pada awalnya situs ini disebut Batu Babung, Batu Balo, Ai Paya. Selanjutnya, setelah adanya sebuah penelitian didapatkan bahwa ternyata semua BCB yang ditemukan adalah sarkopag, yang merupakan situs sejarah penting yang terletak menyebar pada puncak gunung Temang Dongan, sehingga para arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar menamakan situs tersebut sebagai situs Temang Dongan.

Lokasi situs Temang Dongan terletak kira-kira 4 km arah selatan Desa Pugkit Kecamatan Lape. Nah, untuk menuju ke lokasi situs Temang Dongan, sebaiknya mendaki gunung setinggi 150 meter itu melalui lereng selatan. Di puncak sebelah selatan itulah sarkopagus yang telah berusia ribuan tahun itu tergeletak di atas dataran. Selain melihat situs sejarah. Terdapat pemandangan yang indah dari puncak Temang Dongan

Situs Batu Tata
situs-bersejarah-sumbawa
Batu Tata | Situs Bersejarah Sumbawa

Situs yang satu ini berada di kawasan Batu lanteh. Lokasi Situs Batu Tata terletak dijalan batu Dulang- Punik. Satu kilometer sebelum sampai ke Desa Punik dan tepat berada disebelah kanan jalan, masuk melalui kebun kopi penduduk arah utara 200 m dari jalan raya tergeletak sebuah batu.

Situs yang satu ini tak sama dengan yang disebutkan sebelumnya, bentuk batu tersebut adalah menhir, atau tempat pemujaan arwah leluhur. 

Masyarakat sekitar menyebut situs yang satu ini dengan sebutan batu tata karena ada tatahan bentuk manusia atau manusia kangkang pada salah satu sisinya.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot