Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Possible or Imposible: Apa Bisa Wisata Kita Tanpa Rokok?

Apa-Bisa-Wisata-Kita-Tanpa-Rokok
Wisata Tanpa Rokok | Ngibarbalang.id 
Ngibarbalang.id – Trip...trip...dan trip, pasti selalu menjadi hal yang menyenangkan. Nggak harus ke luar negeri atau tempat-tempat yang membutuhkan budget mahal.

Lah, coba buka mata kamu dan lihat alam sekitaran kamu. Ada banyak kok tempat-tempat yang sepertinya belum kamu ekplor atau hanya sebatas tahu nama aja.

Sepertinya wisata lokal yang ada di Sumbawa, ada banyak tempat yang sebagian masyarakat Sumbawa sendiripun belum pernah mengunjungi tempat tersebut.

Justru mereka yang dari mancanegara yang berwisata dan mengunjungi tempat tempat tersebut.
Lady Diana, Pangeran Charles atau Mick Jangger, David Bowie, Edwin Van Der Sar, David Beckam serta Maria Sharapova. Sedereran nama tenar yang pernah ada di Sumbawa, tepatnya di Pulau Moyo.

“Emang Sumbawa sekeren apa sih?”

Dunia mungkin hanya mengenal Bali dan Lombok, tapi apa yang ada di Pulau Sumbawa tak luput dari pencarian para penggila natural alam. Contohnya yang ada di Kabupaten Sumbawa, beberapa tempat sudah mulai tertata dengan rapi walau terkadang masih terkesan tidak terurus dengan baik.
Saat ini para pemuda pelopor Wisata seperti Adventerous Sumbawa terus melakukan ekplorasi menggali tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat Wisata nan indah.

Saat ini wisata bagian timur indonesia selalu menjadi primadona karena pesona dan keindahannya. Salah satunnya yang ada di Pulau Sumbawa, ada 4 kabupaten dan 1 kota Madya. Wisata-wisata yang ada di sekitar Pulau Sumbawa sedang menggeliat atau membenah diri dan menampilkan ciri khasnya.

Menengok Wisata Thailand

Penelusuran dan pembenahan wisata Thailand terus berkembang pesat, beberapa tempat menjadi icon yang sangat terkenal dan bahkan menjadi tempat syuting beberapa film terkenal dunia.

Dibeberapa film Hollywood mengambil tempat syuting di beberapa tempat epik yang ada di Thailand, hal tersebut bukan tanpa alasan. Untuk tetap menjaga pesona Thailand, baru-baru ini sebuah peraturan ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Pesisir Thailand (DMCR).

Pemerintah Thailand melarang merokok di area pantai wisata yang ada di Thailand. Kebijakan ini ditetapkan karena banyaknya ditemukan sampah yang berasal dari para perokok di area wisata pantai berupa putungan dan bungkus rokok. Pemerintah Thailand kwatir akan pesona pantai rusak gara-gara rokok.

Selain menetapkan peraturan, pemerintah Thailand juga menerapkan sanksi bagi pelanggar ketentuan tersebut.

Mereka yang melanggar akan dikenai sanksi sebesar 100 ribu bath atau setara dengan Rp. 40 juta dan jika tidak mampu mebayar maka ada kena hukuman penjara selama 1 tahun.  Ada sekitar 20 pantai yang ada si Provinsi Phuket yang akan di coba penerapan kebijakan ini, termasuk pantai Pattaya.

Percobaan ini akan di lakukan pada bulan November 2017 ini dan jika di rasakan berhasil maka akan melakukan penerapan secara permanen.

Bagaiman menurut anda? Keren bukan! Peraturan seperti ini memang terkesan sedikit aneh bagi para perokok. Akan tetapi demi kelestarian akan pesona daerah wisata maka hal ini mungkin dirasakan perlu untuk diterapkan.

Bisakah pantai Sumbawa seperti ini?

Kepadatan pengunjung Pulau Dewata Bali dan Lombok menimbulkan kejenuhan dan kebosanan para pengunjung, hal ini akan berdampak baik bagi wisata yang ada di Pulau Sumbawa.

Ketika setiap spot wisata yang ada mampu memberikan nilai plus maka bukan hal mustahil mengambil dan menyaingi daerah wisata yang semula sudah tenar. Salah satunya tetap menjaga keindahan dan pesona yang natural.

Musuh dalam wisata Sumbawa adalah sampah. Susana yang kuran bersih membuat pengunjung tak merindukan tempat itu lagi dan cenderung hanya akan mengunjungi sekali. Nah, jika ada nilai plus maka akan jadi buah bibir di kalangan traveller. Promosi dari mulut ke mulut adalah promosi paling penting.

Saat ini, apa yang ada si Sumbawa sangat asli dan alami. Keindahan alamnya benar-benar masih natural dan hal inilah yang perlu kita jaga da tetap dilestarikan. Salah satunya terbebas dari sampa.

Kesulitan dalam penerapan, Pasti!

Mungkin akan sulit untuk diterapkan, tapi buka berarti tidak bisa. Semua hal ada prosesnya. Kesulitan terbesar adalah karena banyaknya perokok, menurut data
Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini menjadi perokok. “Bahkan 20 persen remaja usia 13-15 tahun adalah perokok,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat membuka Indonesian Conference on Tobacco or Health di Balai Kartini, Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga dunia setelah Cina dan India. Prevalensi perokok laki-laki dewasa, kata dia, saat ini bahkan paling tinggi di dunia.

So, mungkinkan bisa ada ketentuan seperti yang di terapkan di Thailand? Bisakan Pantai-pantai Sumbawa terbebas dari sampah dan asap rokok?

Solusi pasti ada!

Setiap permasalahan pasti ada solusinya selagi mau merubah keadaan. Bukan suatu yang mustahil jika tiap-tiap tempat wisata memiliki smoking area, artinya para pengunjung tidak bebas melakukan aktifitas merokok di sembarang tempat.

Artinya ketika hal ini bisa dilokalisasi maka sampah-sampah rokok bisa tersentralisai di satu tempat dan tidak berserakan dimana-mana.

Ini solusi yang sederhana, pastinya lebih banyak lagi cara lainnya agar tetap dapat menjaga dan menimbulkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan di tempat wisata yang notabenenya para pengunjung ingin menikmati suatu keindahaan buka serakan bungkus dan putungan rokok.
Serakan putung rokok beserta bekas minuman dan makanan menjadi pemandangan nggak enak di beberapa tempat yang belum dikelola secara maksimal. | NB

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot