Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Menjajal Jalan Terjal Menelusuri Desa di Atas Awan Sumbawa


Kagum bercampur cemas, ucapan yang tepat untuk menggambarkan suasana perasaan kala menelusuri jalan menuju sebuah desa bernama Batu Rotok, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa – Nusa Tenggara Barat. Namun, nama ini mungkin sedikit terdengar asing jika di dengar oleh orang yang berasal dari luar Sumbawa. Guys, inilah desa yang berada di puncak pegunungan batulanteh, puncak tertinggi di Kabupaten Sumbawa dengan ketinggian mencapai 200- 1.975 mdpl.

Sebelum melakukan perjalanan menuju Desa Batu Rotok ini saya mencoba untuk menggali informasi untuk tujuan adventure kali ini. Menurut informasi dari sumber yang didapatkan, jalan beraspal akan berakhir di Desa Batu Dulang sekitar 35 kilometer dari kabupaten Sumbawa. Selanjutnya, bersiaplah dengan jalan yang ektrem. Tanjakan tinggi dengan kondisi bebatuan dan jika hujan maka lumpur tebal siap menghadang.

Penampakan lokasi Batu Rotok | www.wikimapia.org

Tepatnya pada hari Minggu (17/12), hari yang memang saya persiapkan untuk melakukan perjalanan menuju desa Batu Rotok ini, melintas rimba lebat nan hijau mebuat hati terkagum, hamparan hutan menghiasi perjalanan menuju Desa Batu Rotok. Seolah sedang berintim dengan alam bebas, menikmati pemandangan nan pesona. Namun, apa yang saya rasakan mulai bercampur rasa cemas ketika mulai berada di penghujung aspal. Jadi teringat kata-kata King Samuel Benson, seorang penulis dari Nigeria,

Life will always have a different plan for you. If you don’t give up, you will eventually get to your destination. But towards the end of your life, you may look back and realize that it was never really about the destination; it was the journey that counted - King Samuel Benson

Babak baru dimulai, roda sepeda motor mulai menelusuri jalan bertanah, tanjakan terjal mulai menghiasi perjalanan ini. Suasana gerimis membuat perjalanan harus sedikit berhati-hati. sehari sebelumnya, kondisi hujan lebat sudah mengguyuri seputaran kecamatan Batulanteh. Jadi, bekas hujan masih tergenang di beberapa lubang yang ada di jalan tersebut dan merubah tanah menjadi lumpur.

Sepanjang perjalanan terlihat masyarakat sekitar dengan lihainya mengendarai sepeda motor dengan lintasan berlumpur, beberapa dari mereka juga terlihat sedang berjalan kaki membawa beberapa bawaan menyusuri pinggir jalan. Oh! Ternyata di beberapa medan yang cukup parah mengharuskan teman goncenganya untuk berjalan kaki hingga melewati medan yang penuh dengan lumpur ini. Seperti inilah kondisi jalan yang ada, keterbiasaan menjadikan mereka tak aneh dengan hal ini, biasa saja!

Kondisi saya sendiri sudah dalam keadaan berlumuran lumpur. Maklum, sepanjang sajalan saya terpaksa berpelukan dengan lumpur saat motor terjungkal jatuh, hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan kami dan langsung membersihkan lumpur yang menempel di sekujur tubuh. Sebuah perjalanan yang luar biasa ini! I love it!

Secara Umum masyarakat Kecamatan Batulanteh atau khususnya yang ada di kawasan Batu Rotok bekerja sebagai petani kopi dan beternak. Daerah ini merupakan penghasil kopi nomor 1 di Provinsi NTB. So, jangan heran jika setiap sudut pandang akan dihiasi oleh hamparan hijau pepohonan kopi. Sungguh menakjubkan! Suasana yang sangat menyejukkan hati. Begitu juga suasana malamnya yang seiring seperti kutipan salah satu penulis ini,

Bersama bintang. Bersama bulan. Bersama langit malam. Cukup dengan melihat alam, kamu merasakan kedamaian - Rohmatikal Maskur

Kutipan kata-kata ini menggambarkan suasana hati ini, rasa damai dan bahagia bisa bermalam di desa nan unik ini. Suasana damai itu menghiasai obrolan saya bersama pak Nurdin, pemilik rumah yang saya tumpangi untuk menginap. Obrolan kami di temani secangkir kopi hangat produksi sang Istri. Mengingat situasi jalan yang saya lewati menimbulkan sebuah pertanyaan besar, bagaimana transportasi awal masyarakat Desa Batu Rotok untuk menjangkau kota sebagai pusat perekonomian.

Gambaran umum Desa Batu Rotok | www.ngibarbalang.id
“Saat ini aja jalannya masih seperti itu, apalagi sebelumnya!” celetuk dalam benak ini.

Ada yang unik dari obrolan kami dengan pak Nurdin, beliau mengatakan bahwa tak sembarangan jenis sepeda motor dapat sampai ke desa ini, apalagi jenis sepeda motor matic.

“Tanjakannya tinggi dan terjal” ungkap pak Nurdin.

“kalau saya memang sudah pakai Honda Win ini dari dulu” sambungnya lagi seraya menunjukkan sepeda motor miliknya.

Pak Nurdin mengatakan bahwa motor ini adalah jenis sepeda Motor yang paling handal untuk medan seperti ini. Kualitasnya sudah tidak di ragukan lagi untuk menjangkau desa dengan medan yang sulit seperti ini. Selain itu, nggak rewel. Maklum, jarak antar desa sangat jauh dan sepanjang jalan kamu akan melintasi hutan lebat. Bayangkan jika di tengah jalan kenderaan kamu mogok, bisa repot kan!

Selain itu, mereka juga mengandalkan transportasi jenis hardtop untuk memuat angkutan barang.  Namun, Kapasitasnya maksimal kendaraan ini hanya berkisar 10 -15 orang saja, 12 orang di belakang dan 3 orang di depan duduk bersama sopir. Biasanya hardtop yang mengangkut masyarakat berangkat dari perkotaan Sumbawa Besar sekitar jam 8 pagi menuju Batulanteh.

So, jangan heran jika melihat banyak kendaraan jenis hardtop saat kamu bertualang ke Kecamatan Batulanteh banyak dijumpai kendaraan jenis Hardtop sebagai alat transportasi utama. Kendaraan milik warga Batulanteh itu rata-rata keluaran tahun 70-80an. Meski tergolong mobil tua, jenis hardtop masih sangat tahan banting dan kokoh di medan seperti ini. Sedangkan tarif angkutan menuju desa Batu Rotok, penumpang dikenai tarif yang cukup fastastis yakni 150 - 200 ribu/ orang.

Dengan menggandalkan transportasi umum tentunya tergolong mahal dan jadwal keberangkatan yang terbatas, hanya satu kali dalam satu hari. Maka solusi selanjutnya untuk menjangkau pusat perkotaan Sumbawa di lakukan dengan sepeda motor. Namun, bukan berarti semua jenis sepeda motor mampu menaklukkan medan untuk sampai ke desa Batu Rotok, hanya jenis-jenis tertentu dan jenis Honda Win adalah yang paling tangguh seperti yang di gunakan kebanyakan orang-orang yang ada di Desa Batu Rotok ini.

Sedikit flashback, dulu desa ini adalah sebuah desa yang terisolir. Ketika jenis transportasi hardtop dan sepeda motor belum di gunakan oleh masyarakat, kuda dan jalan kaki adalah opsi yang mereka pilih untuk mampu menjangkau dari satu tempat ke tempat yang lainnya bahkan ke pusat perkotaan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun hal tersebut sangat sulit, jaraknya yang sangat jauh dan melintasi hutan rimba tentu akan memakan waktu lama. 

Namun seperti itulah perjuangan mereka pada awalnya. Kondisi yang sangat memperihatinkan saat itu. Hal ini mungkin hanya akan mampu dilakukan oleh sedikit orang.

TIM TGC ( Tim Gerak Cepat) Puskesmas Kecamatan Batulanteh, Sumbawa - NTB | www.youtube.com

Seiring waktu berjalan, jenis sepeda motor mulai mereka gunakan. Namun, tidak semua jenis sepeda motor mampu menjangkau medan yang sulit ini. Contohnya jenis Honda Win. Bukan tanpa alasan menggunakan jenis sepeda motor ini, lintasan yang sulit serta melalui rimbunan hutan di sepanjang jalan menimbulkan kekwatiran mereka yang akan melakukan perjalanan menuju perkotaan Sumbawa. Jenis sepeda motor Honda Win sangat tangguh untuk melintasi medan ini, kualitasnya tidak diragukan lagi. Sedangkan pertimbangan lainnya adalah tidak rewel dan irit. Bayangkan saja jika di tengah perjalanan sepeda motor kamu macet tentu akan membuat kamu kesulitan. 

Nah, Honda Win sangat bandel dan jarang mengalami kerusakan saat melintasi medan seperti ini. Jika macet, perbaikannya pun sederhana. Tak perlu harus ke bengkel dulu, cukup di tangani sendiri. Mau ke bengkel? Mana ada bengkel di tengah hutan. Itulah mengapa mereka lebih memilih menggunakan jenis sepeda motor Honda Win untuk melintasi medan ini.

Guys, ternyata Desa Batu Rotok bukanlah satu-satunya desa yang ada di Pegunungan Batulanteh dengan kondisi jalan yang mengenaskan seperti ini. Masih banyak lagi desa lainnya di ujung sana dengan kondisi yang super parah.  Sampai kapan seperti ini? Entahlah, bahkan pemangku kekuasaan pun tak mampu menjawabnya dengan pasti. Hanya sebatas janji.

Finally, seperti apapun kondisinya selalu ada cara untuk mengatasinya. Banyak hal yang dapat kita petik dari kondisi seperti ini. 

Pertama, perlu usaha yang ekstra keras untuk mencapai suatu keindahan dan kedamaian yang tak ternilai harganya, hal inilah yang dapat di rasakan. 

Kedua, kondisi jalan yang sangat ekstrem tak membuat masyarakat daerah pegunungan Batulanteh patah semangat dalam menggapai sesuatu, keinginan yang kuat mereka mampu memberikan dampak positif bagi generasi penerus mereka. Justru banyak dari kalangan mereka yang yang sudah sukses dan duduk di posisi penting. 

Ketiga, kehadiran jenis Transportasi Hardtop dan sepeda motor sejenis Honda Win mampu memberikan akses lebih banyak untuk berinteraksi dengan pusat perekonomian yang ada di tengah perkotaan Sumbawa, walaupun masih harus menempuh medan yang sangat sulit. Keempat, dalam melakukan perjalanan seperti ini, makna kualitas dan ketangguhan sebuah alat transfortasi sangat penting. 

Untuk menjangkau medan sulit, ketangguhan alat transportasi adalah yang utama. Motor atau mobil baru belum tentu cocok untuk medan seperti ini tapi yang berkualitas dan tangguh adalah hal yang nomor satu. Meskipun saat ini kendaraan sejenis Honda Win sudah tidak produksi lagi, namun komitmen akan kualitas masih di rasakan hingga kini oleh masyarakat yang ada di pegunungan Batulanteh ini. Konstribusi Astra yang pernah menghadirkan sepeda motor berkualitas dan tangguh sejenis Honda Win ini dirasakan sangat bermakna, konsistensi akan kualitas yang mereka berikan mampu membukan isolir desa yang ada di Pegunungan Batulanteh. 

Seperti inilah singkat cerita dari desa di atas awan Sumbawa. Ada cinta dan kedamaian di puncak sana. Meski akses jalan masih dalam kondisi mengenaskan namun ruang gerak mereka sudah terbuka. Status terisolir sudah tak mereka sandang lagi dan sudah ada banyak orang sukses yang lahir dari desa yang ada di pegunungan ini yang siap ambil bagian membangun bangsa yang besar ini, Indonesia.


Salam SATU Indonesia!



Video 
Kondisi Jalan di Seputaran Pengunungan 
di Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa - NTB

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot