Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Menilik Jejak Sejarah Keturunan Sumbawa di Afrika Selatan

Kota Capetown
Ngibarbalang.id – Menilik atau mengulas kembali tentang sejarah suatu daerah tak akan pernah ada habisnya, begitu banyak cerita yang terangkum dalam masa lalu yang kita kenal dengan kata ‘sejarah’
Dalam wikipedia disebutkan, Sejarah merupakan asal-usul (keturunan) silsilah, kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau. 
Sumbawa, salah satu yang tak pernah lepas dari kehidupan masa lampau yang begitu panjang. Hanya saja beberapa dari sejarah tersebut tak terdokumentasi dengan baik sehingga generasi saat ini agak sedikit kesulitan mencari referesi masa lalu tersebut. Walaupun saat ini badan Arsip dan perpustakaan daerah Kab. Sumbawa mulai menggali lagi sejarah-sejarah yang tercecer dan mulai di arsipkan sebagai bentuk penelusuran masa lalu daerah.

Baca juga
Siapa Datu Museng yang Heboh di Trailer Film Maipa Deapati dan Datu Museng
Tahu Nggak Kamu kenapa dinamakan “Kampung Bugis”?
Siapakah Baham Sebenarnya? Benarkah Baham Seorang Pemberontak?

Nah, kali ini sedikit menengok ke arah Afrika Selatan. Ada yang unik dari beberap referensi yang  didapatkan. Ketika berselancar didunia maya menyebutkan bahwa ada ikatan darah antara mereka yang ada di Afrika Selatan dengan yang ada di Sumbawa.

Siapa mereka?

Berawal dari dari keberadaan naskah di Afrika Selatan tersebut sudah banyak diketahui. Dan pada akhirnya Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menerbitkan Katalog Naskah: Koleksi Masyarakat Keturunan Indonesia di Afrika Selatan, yang disunting Mukhlis PaEni dan disusun oleh Drs Ahmad Rahman, M.Ag. dan Syahriah, M.Hum. Mulai menelusuri bukti-bukti outentik yang tercecer di Afrika Selata hingga munculnya beberapa tutur tulis tentang keluarga Melayu keturunan Indonesia di Cape Town, SimonsTown, dan Port Elisabeth. 

Ada banyak tokoh-tokoh atau Ulama Indonesia yang masih belum banyak diketahui peranannya dalam penyebaran agama Islam ke Afrika Selatan, yaitu Syekh Yusuf al-Makassari, Imam Abdullah bin Kadi Abdussalam, alias Tuan Guru dari Kesultanan Tidore, Imam Abdul Karim bin Imam Jalil bin Imam Ismail, alias Tuan Ismail Dea Malela dari Kesultanan Sumbawa, dan Syekh Abdurrahman Matibisa dari Sumatera Barat.

Nama Imam Abdul Karim bin Imam Jalil bin Imam Ismail alias Tuan Ismail Dea Malela dari Kesultanan Sumbawa?

Dea Malela, nama yang akhir-akhir ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Di Sumbawa, nama ini dipakai menjadi nama sebuah pondok pesantren bertaraf Internasional. Kawasan Pesantren ini terletak di area Desa Pemangong, Kec. Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Nah, Lalu Ismail Dea Malela dikenal oleh masyarakat Sumbawa sebagai seorang pejuang dan tokoh ulama kelahiran Gowa, Makassar. 

Labuhan Punti menjadi saksi ketika pertama kali Ismail Dea Malela menginjakkan kaki di Sumbawa ini. Saat itu beliau masih di using remaja, 17-18 tahun. Saat itu datang bersama ayahnya Lalu Abdul Kadir Jaelani (Dea Koasa) dari Makassar ke Sumbawa dengan memakai sampan. Awalnya kedatangan beliau untuk mencari sang paman yang bernama Lalu Aga Dea Tuan, informasi yang diketahui bahwa sang paman tinggal di Sumbawa, di sebuah Dusun kecil bernama Pemangong
Lalu Aga Dea Tuan adalah seorang ulama besar Tanah Sumbawa dan bertempat tinggal di sebuah Dusun kecil bernama Pemangong. Di Pemangong lah kemudian Lalu Ismail bersama sang ayah tinggal dan berdakwah dalam waktu yang tidak lama sekitar satu sampai dua tahun.
Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa mereka berangkat ke Jawa untuk berdakwah dan melakukan perlawanan terhadap penjajah bersama ulama tanah Jawa lainnya. Kedatangan beliau di sambut baik oleh masyarakat tanah Jawa. Keakrabannya dengan masyarakat serta spirit melawan penjajah yang ada di tanah jawa membuat beliau bersama ayahnya di tangkap. 

Tepatnya Pada 1752, ketika Dea Malela dan ayahnya, Tentara Kompeni berhasil menangkap keduanya, tangan dan kaki keduanya berhasil dirantai. Bersama ratusan pejuang yang sebagian besar ulama dari berbagai kesultanan di Nusantara, Dea Malela dan Dea Koasa dibuang ke Simon’s Bay, Afrika Selatan. Bukan lah hal aneh kala itu jika penjajah merasa teracam dengan keberadaan seseirang atau kelompok yang ingin melakukan perlawanan lalu dengan cara mereka untuk menangkap dan melakukan pembuangan ke Afrika, itulah yang terjadi pada Lalu Ismail Dea Malela dan para pejuang lainnya.

Di Afrika, Mereka dikurung di penjara bawah tanah khusus budak. Jiwa kepahlawanan tak hilang hanya sampai di tahanan yang gelap. Saat itu Dea Koasa memimpin pelarian dengan cara melubangi tembok penjara. Mereka mengambil sekoci yang diikat di sisi penjara, kemudian mengarungi lautan dan mendarat di dekat Bordjiesdrif, sebelah utara Buffels Bay pada 1755 dan bersembunyi selama beberapa tahun
Mereka menghabiskan waktu di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan Antonie’s Gat, dekat pantai Buffels Bay. Menurut catatan harian Dea Koasa, Cape Point Mountain, yang dari sana terhampar pemandangan Samudera Atlantik di sebelah kiri dan Samudera Hindia di sebelah kanan, menjadi tempat yang pas untuk bersembunyi. Asri dan sejuk seperti Pulau Sumbawa, membuat mereka mudah melupakan memori pahit selama dalam kurungan.
Pada akhirnya Dea Koasa berhasil melarikan diri hingga kembali ke kampung halaman dan dapoat kita lihat tempat pemakamannya di Sumbawa, Pemakaman sampar.

Bagaimana proses hingga keturunan Sumbawa di Afrika Selatan.

Menurut sejarah tercatat jika lalu Ismail Dea Malela melakukan pernikahan dengan Siti Zulaekha dan telah melahirkan dan hingga saat ini ada tujuh generasi. Jadi jangan heran jika ada nama orang Afrika mengandung kata ‘Dea Malela’. Hal tersebut sebagai bentuk untuk mengingat leluhur mereka. Salah satu contoh nama  Lalu Ebrahiem Dea Malela/Manuel dari Simonstown. Dia mengaku keturunan dari leluhurnya berasal dari Sumbawa.

Menarik untuk di telusur lebih dalam lagi terkait ikatan darah yang mengalir pada masyarakat Afrika dan yang ada di Sumbawa.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot