Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Mapan Dulu atau Nikah Dulu? Bingung, Ini Penjelasannya

runganRemaja.com - Kemapanan adalah satu hal yang di idam-idamkan oleh para wanita. Tak ada satupun wanita yang menginginkan hidupnya akan bakal susah nantinya, semua ingin bahagia.

#Nikah dulu atau tunggu mapan dulu...???
 
Terkadang banyak pernyataan pesimis dari orang tua wanita kepada sosok pria yang ingin melamar anaknya.

'Belum mapan udah mau nikah....!!!'

'Emang mau kasih makan apa anak saya nantinya....'

'Mau kasih makan batu...'

Inilah pernyataan yang sering dilontarkan sebagian orang tua kala ada seseorang yang ingin mempersuntung anaknya.




#Rizki itu sudah ada yang ngatur

Memang benar tak ada orang tua yang ingin melihat anaknya kesusahan setelah melakukan pernikahan. Tapi, ada hal yang di lupakan, mereka lupa jika rizki sudah ada yang mengaturnya. Hanya saja tak ada kata bermalas-malasan untuk mengejar rizki tersebut. 

Bisa jadi karna pikirannya terlalu sempit tentang rezeki atau ketakpahaman bahwa Allah sudah mengatur rezeki pada diri masih-masing makhluk-Nya atau juga mereka tahu akan hal tersebut, hanya saja tidak dilandasi dengan sebuah keyakinan yang mendalam.
Allah SWT selalu akan memudahkan jalan bagi orang-orang yang ingin mengikuti sunah Rasulullah SAW.
#Apa sih ukuran dari sebuah kemapanan

Apakah dia yang sudah punya pekerjaan? Apakah dia yang sudah punya rumah? atau dia yang sudah punya mobil? entahlah, standar mana yang dikatakan bahwa seseorang itu sudah mapan. Jika harus menunggu itu semua, entah kapan kamu akan melangsungkan sebuah pernikahan.
 
#Percayalah...setelah menikah kirimanmu dari Tuhan akan mengalir

Butuh keyakinan yang kuat untuk hal yang satu ini. Sudah banyak yang membuktikan bahwa mapan sebelum menikah tidaklah menentukan sebuah rezeki setelah menikah, justru banyak yang telah menikah membuktikan setelah menikah rezeki begitu mudah mengalir. Kamu tak akan pernah tahu dari mana rizki kamu akan datang, itulah rahasia Tuhan.

So, jika kamu punya keyakinan bahwa dialah jodoh terbaik kamu maka bersegeralah mecari cara untuk meyakinkan orang tuannya. Tugas kita berikhtiar, nanti Allah yang mencukupi. Tugas kita menunjukkan keinginan yang kuat. Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting.(pioode)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot