Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Main Jaran, Tradisi Leluhur yang Masih Eksis Hingga Kini


ngibarbalang.id - ‘Main Jaran’ atau pacuan kuda merupakan permainan tradisional yang ditumbuh kembangkan oleh masyarakat di sekitar Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dalam permainan ini para pesertanya akan beradu ketangkasan mengendalikan kuda-kuda mereka dalam sebuah arena pacuan.

Kamu tau nggak, kira-kira ‘main jaran’ ini diselenggarakan sejak kapan...???

Konon, Permainan jaran sudah ada di daerah Sumbawa sejak zaman Kolonial Belanda. Hanya saja memiliki format yang berbeda dengan yang diselenggarakan saat ini. Baik itu dari segi tempat pelaksanaanya hingga hal-hal teknis lainnya. Adapun atribut yang digunakan baik oleh kuda maupun jokinya masih sangat sederhana serta belum memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan.

Pergeseran zaman juga mempengaruhi sistem yang diterapkan pada pacuan kuda sumbawa ini. Tentu saja permainan semakin kompleks dengan ditambahnya aturan-aturan tertentu bagi kuda pacuan maupun jokinya. Hal ini membuat main jaran akhirnya menjadi suatu ajang untuk menunjukkan prestasi dan gengsi yang sekaligus memberikan nilai ekonomis karena kuda-kuda yang menjadi pemenang harga jualnya melambung tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
                                         
Apa aja sih Peralatan yang digunakan dalam ‘main jaran’ ini..??

Anda jangan kaget kala menonton langsung di arena pacuan kuda ini,  melihat kuda yang dihiasi dengan jombe atau benang wol yang ditempeli berbagai macam pernak-pernik dan dipasangkan pada muka dan leher kuda, tali kancing yang dipasangkan pada bagian mulut kuda sebagai alat pengendali kuda, kili atau kawat yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai angka delapan. 

Kili digunakan sebagai sambungan antara rantai dengan tali pengendali (tali kancing); dan lapek atau pelana yang terbuat dari alang-alang dan atau daun pisang kering dan diletakkan pada bagian punggung kuda.

Sedangkan joki ciliknya juga menggunaka beberapa peralatan yang diharapkan mampu memnjaga keselamatannya. Naaa, ini Peralatan dan perlengkapan yang digunakan oleh seorang joki diantaranya adalah helm pelindung kepala, kaos atau baju lengan panjang dan celana panjang, ketopong atau sarung kepala sebelum mengenakan helm, Baju ban atau rompi dengan bagian punggung diberi nomor dan cambuk rotan.

Apakah kuda yang kalah langsung gugur...???

Iya, Aturan dalam permainan jaran menggunakan sistem gugur. Bagi mereka yang kalah dala pertandingan tidak dibenarkan lagi untuk ikut, karena sudah gugur.

Jika dicermati mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu adalah kerja keras dan sportivitas.  Bagaimana kerja keras yang dilakukan oleh joki yang masih belia itu, ini sungguh luar biasa. 


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot