Breaking

Post Top Ad

Jangan Kaget...!!! Inilah Pertarungan Ala Masyarakat Sumbawa





runganRemaja.com - Simak yang satu ini, Smackdown bukan, Gulat bukan, tinju professional juga bukan. Ini adalah pertarungan tradisional ala Sumbawa. Tidaklah seperti yang lazim kita lihat di tv yang memakai perlengakapan sarung tinju dan melalui ronde demi ronde.

Barempuk, pernahkah anda mendengarnya….???

Saya yakin ini masih asing ditelinga anda, apalagi bagi mereka yang tak pernah berpijak disumbawa. Suatu tempat nan eksotis dengan keragaman culturenya. 


Inilah salah satunya “Barempuk” yaitu suatu sajian yang mungkin dapat memicu andrenalin anda. Permainan barempuk juga disebut permainan “ baranak bawi”. Barempuk berarti saling rempuk atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah di potong di sawah. Permainan ini biasanya di lakukan di dalam sawah pada waktu para petani sedang memanen padinya dengan mengundang orang banyak. Biasanya pada pinggir sawah yang akan menjadi arena barempuk dipasang bendera sebagai tanda bahwa akan diadakan permainan barempuk.



Let’s imagine…..!!!

Kedua tangan petinju tanpa sarung,namun justru menggenggam jerami/tangkai padi kering. Hal ini tentu bisa berakibat fatal dan membuat petarung terluka.nyali jantan anda akan diuji di pertarungan tradisional khas Sumbawa ini. Selama permainan berlangsung, pemain tidak boleh menggigit lawan mainnya. Pemain harus tetap menggenggam jerami atau batang bulir padi pada kedua tangannya. Bagian badan yang boleh di pukul adalah dari perut ke atas. Setelah kedua pemain di pisahkan oleh tau basangela, maka tidak boleh ada pemain yang menyerang lawannya.

Ini penjelasan lebih lanjut….???

Dapat anda bayangkan andai kata system 12 ronde diterapkan di tinju barempuk ini, mungkin akan sangat berdampak fatal bagi para petinju ala Sumbawa ini dan itupun hanya berlangsung sekira satu menit lebih. Dari pertarungan singkat itu,hasilnya sudah bisa dipastikan salah satu atau kedua petinju dalam keadaan babak belur dan berdarah. Meskipun permainannya dilakukan dengan cara saling memukul namun tetap dalam suasana kegembiraan, sehingga bukanlah suatu perkelahian. Umumnya permainan barempuk ini hanyalah sebagi selingan untuk mengisi istirahat dalam kegiatan mata rame tersebut. 


Kelestarian Barempuk….????

Beberapa tahun yang lalu sempat diselenggarakan pada acara tradisional di Sumbawa tapi untuk saat ini mungkin agak sedikit sulit untuk menemukannya. Tapi yang perlu diingat dari berempuk adalah merupakan salah satu warisan budaya yang harus tetap terjaga kelestariannya. #Pioode

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot