Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Inilah Janna Jihad, Belia 10 Tahun yang Bikin Dunia Merinding


runganRemaja.com - Namanya Janna Jihad. Jika teman-teman sebayanya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, maka tidak sama apa yang dilakukan belia yang masih berusia 10 tahun ini. Dia sudah mulai melakukan hal extreme yang bisa merenggut nyawanya. Di usia 10 tahun Janna Jihad sudah terjun melaporkan berita soal konflik Palestina dan Israel di West Bank, Ramallah. Berikut ulasan runganRemaja.com tentang Janna Jihad.


Jurnalis termuda didunia yang meliput daerah konflik

10 Tahun adalah usia dimana kebutuhan seorang anak adalah bermain. tapi hal ini tidak terlihat pada Janna Jihad. Dia sudah langsung terjun untuk meliput kejadian-kejadian konflik di wilayahnya tersebut.

Pada usia yang baru tujuh tahun, Janna sudah bergerak sebagai jurnalis amatir. ketika itu Janna sudah melakukan liputan dengan jurnalis profesional lainnya. akan tetapi Janna Jiha merasa ada sesuatu yang tidak adil dengan liputan ini. Dia merasa jika liputan yang dilakukan oleh jurnalis profesional yang bersamanya tidak utuh, ada beberapa bagian penting yang di hilangkan. Hal inilah yang semakin menggugah hati belia ini untuk meliput kejadian secara utuh.


Ini adalah Traumatis yang dialami oleh Jannah Jihad

Janna Jihad menetap di desa Nabi Saleh di Tepi Barat, tempat ini adalah lokasi dimana pendudukan Israel melakukan peliputan dan merekam sejumlah kejadian-kejadian pilu yang dialami oleh saudara-saudaranya.

Dia kehilangan sejumlah anggota keluarganya. Pamannya, Rushdie Tamimi terbunuh setelah tentara Israel melepaskan tembakan fatal yang bersarang di ginjalnya. Sepupunya, Mustafa Tamimi juga ikut menyusul akibat terkena serangan gas. Hal tersebut makin membuat Janna Jihad untuk terus menekuni peliputan ini. Ia ingin secara utuh meliput agar dunia tau bagaimana kekejaman yang mereka alami, bagaimana luka yang mereka dapat.

Ibu Nawal mengatakan kalau putrinya itu mengalami trauma setelah salah satu temannya ditembak oleh tentara Israel. "Temannya itu lebih tua darinya tapi selalu ramah dan baik padanya sehingga Janna tak bisa berpisah darinya. Saat ia melihat darah menggenang di tanah, dia begitu panik," cerita Nawal. (Dilansir dari odditycentral.com)

Janna sangat ingin membeberkan kebenaran pada dunia, Janna ingin agar dunia segera membuka hatinya dan Jannah juga ingin agar dunia tak hanya terdiam mengejamkan mata atas kejadian brutal ini.


Media Sosial (MedSos) adalah Channal yang digunnakan Janna Jihad untuk mebagi Liputannya.

Hanya seorang peliput atau jurnalis amatir. Tapi hal tersebut bukan sebuah halangan bagi Janna untuk mengungkapkan semua ini. Janna memanfaatkan media sosial, seperti YouTube, Facebook, atau Snapchat untuk melaporkan beritanya. Bahkan halaman Facebook-nya saja sudah memiliki 80 ribu likes. 

"Aku hanya ingin dunia tahu bahwa kami bukan teroris dan membeberkan kekerasan tentara militer terhadap kami," tutur Janna pada The Arab Weekly.


Kecemasan Seorang Ibu Terhadap Anaknya.

Tak ada orang tuan yang menginginkan anaknya untuk melakukan hal extrem seperti itu. Apalagi Janna baru berusia 10 tahun, sangat muda sekali. Akan tetapi beliau sangat bangga pada putrinya itu.

"Aku bangga dengan putriku karena meski masih anak-anak ia sudah mengirimkan pesan pada dunia. Dia menceritakan rasa takutnya, apa yang ia rasakan dan masalah-masalah saat pergi ke sekolah," ujar Nawal. "


Anak-anak Palestina tak punya banyak pilihan.

Kondisi memilukan ini dirasakan oleh bangsa Palestian, tak ada pilihan buat mereka. Mereka harus melawan dengan cara apapun. Mereka juga tak ingin terus dihina dan ditindas.
"Dia seharusnya bermain dan belajar disekolah, tapi di situasi ini kami tak bisa memilih, tak ada pilihan buat kami. Kami harus mengajari anak-anak kami agar jangan mau dihina dan jangan jadi pengecut. Kami sedang dijajah. Kami tak bisa menyuruh anak-anak kami diam. Mereka harus memperjuangkan kemerdekaan mereka," papar Bilal.

Ada ada kebaikan yang tak membuahkan hasil yang manis. Setelah namanya dikenal tahun 2014, pada akhirnya Janna Jihad dinobatkan sebagai salah satu reporter amatir termuda di dunia. 


Janna Jihad adalah sosok belia yang inspiratif, di usia 10 tahun dia sudah menyuarakan kebenaran. Dia juga tak gentar melakukan hal extreme yang seharusnya tak dilakukan. Semoga cita-cita Janna Jihad terwujud dan mampu menjadi inspirasi dunia.

Baca Selanjutnya....
loading...

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Post Top Ad

Your Ad Spot