Latest News

Informasi Seputar Istana Dalam Loka Sumbawa

Berikut Informasi Seputar Istana Dalam Loka Sumbawa.

ngibarbalang.id -Kali ini kita akan mengulas tentang sejarah Masyarakat Sumbawa, Istana Dalam Loka, salah satu bukti sejarah yang masih berdiri kokoh ditengah kota Sumbawa. Masyarakat Sumbawa biasa menyebut Istana ini dengan istilah “Bala” atau “Bala Loka”.  Berikut Informasi Seputar Istana Dalam Loka Sumbawa.

Baca lainnya...

Bala sama artinya dalam, makna dari Dalam Loka berasal dari dua kata yakni “Dalam” yang berarti istana atau rumah-rumah di dalam istana dan “Loka” yang berarti dunia atau tempat. Jadi, Dalam Loka bermakna istana tempat tinggal raja.

Dulunya, Istana Dalam Loka berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus sebagai tempat kediaman Sultan-sultan yang pernah berkuasa di Kerajaan Sumbawa, namun fungsi itu berubah sejak pindahnya Sultan ke Istana Bala Putih pada tahun 1934.

Kini, Dalam Loka menjadi cagar budaya yang mengingatkan jika dahulu pernah berdiri Kesultanan Sumbawa yang pernah berjaya pada zamannya.  Di sini juga sering dijadikan lokasi penyelenggaraan kegiatan pariwisata dan kebudayaan.

Informasi Seputar Istana Dalam Loka Sumbawa

Dimana letak Istana Dalam Loka?

Persis berdampingan dengan Masjid Raya Nurul Huda Sumbawa Besar, sebuah rumah panggung terbesar di dunia masih berdiri kokoh. Tepatnya, berada di Kelurahan Seketeng, Kec. Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lokasi Istana dalam loka juga tidak jauh dari Pasar Tradisional Seketeng serta memakan jarak tempun kurang lebih 7 menit dari Bandara dengan jarak tempuh sekitar 2.8 km.

Dari bandara, kamu bisa menggunakan Taxi ataupun transportasi publik dan ojek yang mangkal disekitar bandara.

Informasi Seputar Istana Dalam Loka Sumbawa

Histori Istana Dalam Loka...

Sejarah mencatat, keberadaan Kabupaten Sumbawa atau Tana Samawa ini mulai dikenal sejak zaman Dinasti Dewa Awan Kuning (1350-1389). Pada masa itu corak kerajaan masih bersifat hinduistis. Corak hindu pada Dinasti Dewa Awan Kuning berakhir pada masa kepemimpinan Raja Dewa Majaruwa.

Raja Dewa Majaruwa memeluk Islam setelah kerajaan menjalin hubungan dengan kerajaan islam demak di Jawa sekitar tahun 1478-1597. Kemudian pada tahun 1623 kerajaan Dewa Awan Kuning ditaklukan oleh Kerajaan Goa sehingga kekuasaan Kerajaan Sumbawa pun berpindah pada Dinasti Dewa Dalam Bawa.

Raja pertama begergelar Sultan Hanurasyid 1. Kerajaan ini berkuasa selama 3 abad di tanah Sumbawa. Dan sampai saat ini masih terdapat peninggalan kerajaan berupa rumah istana Sumbawa atau istana dalam loka.

Rumah istana Sumbawa atau Dalam Loka merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan yang berlokasi di kota Sumbawa Besar. Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III (1983-1931) untuk menggantikan bangunan-bangunan istana yang telah dibangun di tanah tersebut sebelumnya karena telah lapuk dimakan usia bahkan hangus terbakar.

Konstruksi dan keunikan Istana Dalam Loka...

Dalam Loka memiliki luas 696,98 m2 dengan 2 bangunan kembar yang ditopang oleh 98 tiang kayu jati dan 1 buah tiang pendek (tiang guru) yang terbuat dari pohon cabe. Secara keseluruhan jumlah tiang penopang adalah 99 tiang yang melambangkan 99 sifat Allah (asmaul husna).

Baca lainnya...

Bangunan dalam loka menghadap ke selatan atu tepatnya ke arah Bukit Sampar dan alun-alun kota. Pertama kali memsuki istana akan ditemukan susunan tangga yang menjadi ssatu-satunya jalan masuk ke istana.

Tangga ini menyimbolkan bahwa siapapun harus menghormati raja. Hal ini tercermin dari keharusan membungkuk bagi siapapun yang melewati tangga ini. Di dalam komplek Dalam Loka terdapat dua bangunan kembar yang diberi nama Bala Rea atau graha besar. Bangunan ini tersusun dari beberapa bagian yang memiki fungsi masing-masing.

Di bagian depan bangunan terdapat ruangan bernama Lunyuk Agung yang berfungsi sebagai tempat musayawarah, resepsi atau acara pertemuan lainnya. Di sebelah Lunyuk Agung terdapat ruangan yang bernama Lunyuk Mas, fungsinya adalah sebagai ruangan khusus untuk permaisuri, istri-istri menteri dan staf penting kerajaan ketika dilangsungkan upacara adat.

Ada juga yang disebut Ruang Dalam sebelah barat, ruangan-ruangan ini hanya disekat oleh kelambu fungsinya adalah sebagai tempat shalat, di sebelah utaranya merupakan kamar tidur permaisuri dan dayang-dayang.

Ruang Dalam sebelah timur terdiri dari empat kamar dan diperuntukan bagi putra/putri raja yang sudah berumah tangga di ujung utara ruangan ini adalah kamar pengasuh rumah tangga istana. Di bagian belakang Bala Rea terdapat ruang sidang, pada malam hari ruangan ini dijadikan tempat tidur para dayang.

Kamar mandi terletak di luar ruangan induk yang memanjang dari kamar peraduan raja hingga kamar permaisuri.

Dan yang terakhir adalah Bala Bulo berada di samping Lunyuk Mas, terdiri atas dua lantai, lantai pertama berfungsi sebagai tempat bermain putra/putri raja dan lantai kedua berfungsi sebagai tempat permaisuri dan istri para bangsawan saat menyaksikan pertunjukan di lapangan istana.

Baca lainnya...

Di luar komplek ini terdapat kebun istana (kaban alas), gapura atau tembok istana (bala buko), rumah jam (bala jam) dan tempat untuk lonceng istana. Bangunan ini dibangun dari bahan kayu jati yang didatangkan dari hutan jati imung dan atap terbuat dari seng yang didatangkan dari singapura. Arsitek dari bangunan ini adalah Imam Haji Hasyim.

Sejak dibangunnya istana baru pada tahun 1932 yang kemudian pada tahun 1954 dijadikan rumah dinas “wisma praja” bupati Sumbawa, keadaan Dalam Loka sudah tidak terawat lagi. Pada tahun 1979 – 1985 dalam loka dipugar kembali oleh Departemen Kebudayaan. Kemudian di tahun 1993.

Dalam Loka dijadikan sebagai Museum Dalam Loka. Dan pada tahun 2001 dalam loka mengalami pemugaran kembali yang didanai oleh proyek pelestarian sejarah dan purabakala nusa tenggara barat hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Jepang. Kini dalam loka telah mengalami beberapa kali pemugaran. Terakhir, tahun 2011 dilakukan revitalisasi kompleks Dalam Loka.

Hanya saja proses revitalisasi ini masih harus berkesinambungan karena masih banyak yang harus diperbaiki dari bangunan bersejarah ini.

Tempat penginapan terdekat dengan Istana Dalam Loka?

Nah, soal penginapan jangan risau. Ada banyak tempat penginapan seputaran dalam Kota Sumbawa. Mulai dari harga IDR. 150.000 hingga diatas harga IDR. 1.000.000, tergantung budget yang kamu siapkan.

Berikut daftar hotel referensi tempat menginap yang dekat dengan akses menuju Istana Dlama Loka.
  • Hotel Tambora
  • Hotel Suci
  • Hotel Dewi
  • Transit Hotel
  • Samawa Rea Hotel
Dan jika kamu menginginkan hotel dengan View pantai maka kami mereferensikan beberapa hotel berikut ini, cuman berada diluar kota Sumbawa dengan jarak tempuh sekitar 20-30 menit.

Kencana Beach and resort dan Laguna Resort.

Hari biasa wisatawan masih ramai mengunjungi tempat wisata ini?

Kamu dapat mengunjungi Istana Dalam Loka di pagi atau sore hari, karena waktu itu adalah waktu yang tepat untuk kamu menikmati ornamen-ornamen peninggalan sejarah yang ada di Sumbawa Besar.

Pada musim libur, biasanya para tourist dalam rombongan datang berkunjung ke Istana Dalam Loka. Hal ini sering terjadi pada saat ada event-event budaya di Kabupaten Sumbawa seperti Pesona Festival Moyo atau Sail Moyo Tambora.