Latest News

Kebudayaan Dongson, Yuk Lihat Seperti apa?


Ngibarbalang.id -- Pernah ga sih kalian mendengar kata Dong Son? Mungkin beberapa dari kalian ada yang mengira kalau Dong Son itu nama pemain drama korea. Eitss, tapi bukan itu yang dimaksud.  Dong Son yang dimaksud di sini adalah kebudayaan gengs

Lah, emang benar itu kebudayaan?  Nih berikut penjelasannya. 

Baca Juga: 

Dong Son atau yang lebih dikenal Kebudayaan Dong Son adalah kebudayaan  zaman perunggu  yang berkembang di Lembah Song Hong, Vietnam. Kebudayaan ini juga berkembang di Asia Tenggara termasuk di Indonesia sekitar 1500 SM –  500 SM. Wahh, udah lama banget ya. Bahkan sebelum kita lahir Kebudayaan Dong Son ini sudah duluan ada guys. 

Lantas, apa sih pentingnya kita mengetahui dan mempelajari Kebudayaan Dong Son ini?

Nah, menurut pandangan ilmuan sejarah, Kuntowidjojo (2001), sejarah ini penting bagi perkembangan dan perubahan masyarakat. Melalui catatan sejarah kita bisa belajar untuk berbuat lebih baik dari nenek moyang kita yang terdahulu.

Memangnya apa yang perlu kita pelajari dari nenek moyang kita gan, sist?

Jawabannya adalah sangat banyak guys. Tanpa kita sadari kehidupan atau aktivitas kita di masa kini terkait dengan apa yang pernah terjadi di masa lalu. Adanya masa kini disebabkan peristiwa masa lalu dan bilamana hal tersebut dipahami akan menggugah kesadaran kita untuk berbuat lebih bijak di masa yang akan datang.  Nah guys jika kita sudah mengetahui pentingnya sejarah, maka penting bagi kita untuk tidak melupakan sejarah tersebut, termasuk sejarah masa lalu kita sendiri loh ~eaa. 

Okay...Back to the topic. 

Budaya Dong Son ini berpengaruh kuat terhadap perkembangan budaya masyarakat Indonesia, terutama dalam hal pembuatan barang dari logam seperti perunggu.  Tradisi perunggu menurut para Arkeolog Vietnam berasal dari budaya masyarakat Dong Dau dan Go Mun. Bersama dengan wilayah Muangthai kawasan ini memiliki bukti paling awal tentang tradisi pembuatan perunggu di Asia Tenggara. Jenis-jenis barang perunggu yang dihasilkan seperti kapak corong, ujung tombak, sabit, mata panah, dan benda-benda kecil lainnya seperti pisau dan aneka bentuk gelang. 

Sekitar 300 SM, mulai muncul tradisi pembuatan nekara perunggu, penguburan orang yang memiliki status sosial tinggi, dan kehadiran benda-benda besi untuk yang pertama kalinya. Tradisi-tradisi Dong Son inilah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan masyarakat Indonesia. 
Kalian tahu tidak apa contoh benda-benda budaya di Indonesia yang memiliki kesamaan corak dengan benda-benda tradisi Dong Son? 

Saya yakin sebagian besar dari anak muda jaman now tidak bisa menyebutkan contohnya. Mungkin ada beberapa, tapi sangat kecil persentasenya. 


Artikel ini di tulis oleh:
Didat Sanjaya | Siswa Kelas X Ips 2 MAN 1 Sumbawa