Latest News

Kebudayaan Bacson-Hoabinh di Indonesia, Seperti ini Penyebarannya!



ngibarbalang.id - Hello guys.. Apa kabar? Gue harap baik yaa.. To the point aja ya. Gue bakal jelasin satu artikel nih, kalian tau gak tentang persebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh di Indonesia?? Kalo gak tau, yauda jngan malas membaca dan bacalah artikel ini pasti kalian bakal tau apa yang gue pertanyakan tadi. menurut buku yang gue baca, buku sejarah ya! Persebaran budaya bacson-hoabinh di Indonesia itu terjadi melalui Thailand, semenanjung melayu, sampai dengan ke Indonesia. Mereka dating pada tahun 3000 sebelum masehi. Bangsa yang membawanya berasal dari bangsa papua melanosoide. Mereka membawa kebudayaan tersebut dengan cara berimigrasi dengan melalui jalur laut, mereka tinggal di gua-gua pesisir pantai. 

Cara kehidupan mereka di pesisir pantai tersebut dengan menggunakan metode yang masih tergolong sangat alami seperti dengan cara berburu untuk mendapatkan makanan dari hutan dan bercocok tanam sederhana. Penyebaran kebudayaan bacson-hoabinh juga bersamaan dengan perpindahan ras papua melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Mereka dating di nusantara dengan perahu bercadik dan tinggal di pantai timur Sumatra dan jawa, namun meraka terdesak oleh ras melayu yang datang kemudian. 

Wilayah yang dapat kita lihat tentang peninggalan kebudayaan bacson-hoabinh di Indonesia dapat kita jumpai di wilayah Sumatra, jawa, nusa tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku utara, flores, dan papua. Ciri dari kebudayaan bacson-hoabinh adalah adanya penyerpihan pada satu  atau dua sisi permukaan batu kali yang berukuran satu kepalan dan bagian tepinya sangat tajam. Dan hasil dari penyerpihan tersebut juga ada banyak bentuk yang di hasilnya seperti berbentuk lonjong, segi empat, dan ada juga yang berbentuk berpinggang. 

Di wilayah Indonesia, alat-alat batu kebudayaan bacson-hoabinh di temukan di papua, Sumatra, Sulawesi, dan nusa tenggara. Kedatangan bangsa melayu pada tahun 2000-500 sebelum masehi menyebabkan bangsa papua memilih menyingkir ke wilayah timur Indonesia yang dikenal sebagai  ras papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya mesolitikum sehingga pendukung budaya mesolitikum adalah papua melanesoid. Ras papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur. 

Mau tau lebih banyak lagi tentang persebaran kebudayaan bacson-hoabinh di Indonesia??? 

Baca selengkapnya!!! 

Bentuk kebudayaan masih cukup sederhana, seperti mereka membuat lukisan gambar binatang dan cap telapak tangan. Contoh terdapat banyak lukisan yang mereka buat di dinding-dinding gua, seperti gua leang-leang dan gua tewe di Sulawesi selatan. Mau liat gambarnya?? Liat di bawah inii guys….


Lukisan gua yang terlihat diatas di buat oleh orang-orang purba sebagai medium untuk menyampaikan pesan atau catatan-catatan peristiwa. Bentuk visual yang terdapat di dinding-dinding gua merupakan alat komunikasi antar manusia pada zaman dahulu.  Mereka juga mengenal suatu kebudayaan yang berbeda dari daerah yang lainnya seperti upacara penguburan. Mau tau gimana cara mereka menguburkan mayat yang meninggal?? Baca selanjutnya.!!! Mereka melakukannya dengan cara mayat tersebut dikubur di dalam gua-gua atau bukit-bukit dengan memposisikan mayat dengan posisi membungkukkannya atau jongkok. Mereka juga mengenal suatu tradisi yaitu apabila mayat yang meninggal maka mereka akan mengolesi warna merah pada tubuh mereka. Karna tujuan mereka melakukannya dengan tujuan untuk mengembalikan kehidupannya sehingga dapat berdialog dengan manusia. Cukup aneh bukan?? Bagitulah kebudayaan mereka. Trimakasih!


Artikel ini di tulis oleh:
Zakiyah | Siswi Kelas X MAN 1 Sumbawa