Latest News

Siapakah Baham Sebenarnya? Benarkah Baham Seorang Pemberontak?


Ngibarbalang.id – Baham! Siapa ya??? Mungkin itulah jawaban yang mungkin kamu dapatkan jika bertanya kepada seorang remaja. Nama Baham mungkin akan menjadi perbendaharaan kata yang baru di kepala mereka. Bagaimana bisa tahu akan sejarahnya jika namanya seja tak pernah didengar. Nah, jika kamu termasuk salah satu yang masih asing dengan nama ini, ada baiknya menyimak ulasan berikut ini.

Siapakah Baham?

Baham adalah nama seorang lelaki yang berasal dari kecamatan Orong Telu. Menurut penuturan dan beberapa sumber menyebutkan ciri fisiknya berperawakan tinggi besar dan kekar. Namanya sangat melagenda di kecamatan Orong Telu bahkan Sumbawa.

Terlahir dari keluarga yang sederhana disebuah dusun bernama Dusun Gunung Desa Sebeok yang secara administratif termasuk wilayah kecamatan Orong Telu. Di tempat tinggalnya Baham bekerja sebagai petani dan jika pada musim kemarau ia biasa berburu rusa atau mencari madu lebah liar di hutan.

Benarkan Baham seorang pemberontak?

Hidup di zaman belanda membuatnya merasa gerah dengan tingkah laku Belanda dan orang-orang yang bekerja sama dengan Belanda. Kebijakan yang dilaksanakan oleh Belanda dan orang-orang yang bekerjasama dengannya seolah-olah ingin merengguk kesejahteraan rakyat. Hal ini membuat Baham sangat membenci Belanda dan setiap orang yang bekerjasama dengannya.

Kebijakan mengambil upeti atau pajak untuk kerajaan sangat ditantangnya. Para petugas yang datang tanpa memperdulikan keadaan panen rakyat yang bercocok tanam. Keadaan inilah yang membuat Baham menantang Belanda dan Orang-orang yang bekerjasama dengan Belanda.

Pada suatu hari, para petugas pemungut pajak mengambil semua hasil panen, beras dan barang-barang lainnya untuk dibawa. Ketika itu Baham langsung bertinfak melawan dan membunuh petugas tersebut. Atas tindakan tersebut, Baham di buru oleh tentara kerajaan namu tak seorangpun dari mereka yang mampu melumpuhkan Baham, Konon ceritanya Baham adalah manusia anti peluru. Ia terkenal akan kekebalannya. Atas dasar perlawanan inilah sehingga Baham disebut pemberontak.

Masyarakat Orong Telu tak terima jika Baham disebut sebagai pemberontak. Mereka mengangap Baham adalah pahlawan mereka, Baham rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk membela rakya yang dipaksa untuk membayar upeti.

Suatu ketika tentara Belanda pernah mengintip Baham ketika sedang mencari ikan di Sungai. Tentara Belanda tersebut menembak Baham dengan menggunakan peluru emas. Baham terjatuh, namu ketika dua tentara Belanda ini mendekat ke tubuh Baham yang telah tertembak tubuh baham berubah menjadi pohon pisang. Konon pohon pisang inilah yang ditanam dipinggir kali tempat Baham mencari ikan tersebut.

Menurut tutur sejarah, ternyata Baham tidak mati. Pohon pisang tersebut sengaja di kubur agar para tentara Belanda tidak meburu Baham lagi. Kemudian diketahui, Baham bersembunyi di sekitar peruak Batu Anar di daerah Batu Rotok kecamatan Batu Lanteh. Ada seorang yang bernama Senan yang menjadi penghubung antara Baham dan keluarganya. Konon ceritanya Senan adalah orang yang selalu menemani Baham saat melakukan perlawanan terhadap kaki tangan Belanda.

Selain itu, Baham juga pernah melakukan perampokan terhadap makanan persediaan kerajaan di Pemangong dan Lenangguar. Tindakan Baham ini menghadirkan reaksi keras dari Belanda. Tindakannya yang sangat merepotkan Belanda dan Kerajaan membuatnya semakin di buru dan ingin di bunuh.

Sejarah Baham kini?

Generasi muda banyak tak mengenal nama Baham. Nama ini sangat jarang disebut dalam sejarah. Tak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan dan dimana Baham meninggal. Kuburan yang ada di teian Sungai itu hanyalah kuburan pohon pisang. Namun yang jelas, Baham di kuburkan di sekitar tempat persembunyiannya, begitu juga dengan rekannya Senan. Sosok Baham sangat melekat hi hati masyarakt Orong Telu, ia adalah Pahlawan.