Latest News

Siapa Orang Sumbawa Sebenarnya?


Ngibarbalang.id“Tau Samawa” atau orang Sumbawa adalah salah satu suku yang ada di Pulau Sumbawa, tepatnya di kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara barat. Nah, jika pernah sampai ke Pulau ini maka kamu akan melihat beragam suku yang tinggal secara harmonis di tempat ini. Mereka yang mendiami daerah ini sangat beragam seperti Suku Jawa, suku sasak yang datang dari pulau Lombok, suku Bugis yang merupakan pendatang dari Sulawesi, bali, arab, padang, cina dan suku minoritas lainnya. Mereka berbaur secara harmonis mendiami Sumbawa. Lalu siapa sebenarnya orang Sumbawa? Siapa yang pertama kali mendiami Sumbawa? 

Berdasarkan buku “Sumbawa Pada Masa Dulu” karya Lalu Mantja menuliskan bahwa Gezaghebber Van Der Wolk dalam Memorie Van Overgavenya menyatakan bahwa penduduk asli Sumbawa dulunya bertempat tinggal di Semenanjung Sanggar. Kala itu Gunung tambora mencapai ketinggian 4000 m, sedangkan secara geologis diketahui pula bahwa pulau ini dulunya telah tenggelam 1000 m. Hal ini menandakan bahwa antara Sumbawa dengan Sanggar adalah daratan yang luas.

# Penelitian Arkeologi di Batu Tering

Menurut sebuah penelitian Arkeologi yang di lakukan di kawasan Batu Tering oleh Tim Peneliti Arkeolog Pusat yang melakukan survei pada bulan Mei tahun 1980. Penenlitian ini menyatakan bahwa sekitar 30.000 – 50.000 tahun di kala akhir Plestosen telah ada manusia pra sejarah di Sumbawa.

Menurutnya, pada zaman Glasial Sumbawa bersambung langsung dengan Lombok, Bali dan daratan Sunda (jawa, Kalimantan, Sumatra). Hal inilah yang mempermudah manusia pra sejarah berimigrasi melalui “jembaran darat”. Hal ini di buktikan dengan temuan 4 sarkofagus Batu Tering.

# Perkembangan Penduduk

Pada masa dulu, penduduk Sumbawa berasal dari berbagai tempat. Mereka yang datang secara berkelompok lalu membuat tempat kediaman masing-masing. Kehidupan mereka berpindah-pindah yang disebabkan oleh desakan arus perpindahan penduduk baru ke Sumbawa. Selain itu, perpindahan mereka juga disebabkan oleh ketertatikan mereka pada alam untuk bercocok tanam dan memelihara ternak. Tempat inilah yang kemudian dinamakan tanah “Ulayat” yang dalam istilah Sumbawa di sebut “LarLamat” serta kepala penguasanya disebut “Nyaka”.

Lama kelamaan berkembanglah Sistem dimana mereka penduduk baru yang mencari tempat tinggal dan bercocok tanam di tanah penyaka harus patuh dan tunduk pada peraturan yang berlaku dan membayar upeti.  Mereka akan di terima dan mendapatkan persamaan hak dan kedudukan yang sama.

# Mengungsinya beberapa kerajaan
Ketika bala tentara Singasari di pukul mundur oleh pasukan Melayu dan Kertanegara Tewas, mereka mengungsi ke Sumbawa dan memilih untuk tinggal di Sumbawa dan tempat itu di beri nama Singasari (singa). Mereka juga mendirikan negeri “Tepal” dan di sana dibuatnya batu peringatan yang bertuliskan huruf Jawa.

Selanjutnya, ketika Raja Padjajaran dikalahkan oleh Fatahillah, Raja Prabu Munding datang ke Sumbawa dan mendarat di tanjung Malang (Lunyuk) tepatnya di muara Brang Bala (Brang Beh). Ketika Fatahillah mengetahuinya, R. Trenggana datang ke Sumbawa untuk memberikan bantuan dan memperbaiki benteng Liang Petang sebagai pertahanan. Didekat benteng ini bi bangun negeri yang bernama Datu Tering, inilah kemudian yang berubah nama menjadi Batu Tering.

# Penduduk Tertua Sumbawa
Menurut catatan yang ada didalam buku Lalu Mantja, penduduk Sumbawa yang lebih tua adalah mereka yang tinggal di Pegunungan Ropang, Lunyuk dan batu lanteh. Kepindahan mereka kesana adalah karena terdesak oleh perpindahan penduduk baru yang memenuhi pantai belah utara.
Mereka yang tinggal di daerah pegunungan ini memiliki perbedaan type, perbedaan bahasa juga terlihat diantara mereka. Misalnya Bahasa Ropang, bahasa Suri, Bahasa Salesek, bahasa Lebah, Bahasa Dodo, Bahasa Beru, Bahasa Jeluar, bahasa Tanganam dan Bahasa Geranta. Namun mereka semua mengerti akan bahasa pemersatu yaitu “Basa Samawa”.

# Timbulnya Kerajaan-kerajaan di Sumbawa

Berawal dari pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang terjadi secara berkelompok maka akhirnya menjelma menjadi kerajaan-kerajaan. Banyak keraja yang muncul dari kehidupan berkelompok kala itu, misalnya Kerajaan Dewa Mas Kuning di Salesek (Ropang), Kerajaan Datu Naga di Patonang (Ropang), Kerajaan Ai Renung (Moyo Hulu),  Kerajaan Perumpak di dekat Pernek (Moyo hulu), Kerajaan Gunung Setia (Sumbawa), Kerajaan Gunung Galesa (Moyo Hilir), Kerajaan Tangko (Empang), Kerajaan Kolong (Plampang), Kerajaan Ngali (Lape), Kerajaan Dongan (Lape), Kerajaan Hutan (Utan),  Kerajaan Seran (Sateluk), Kerajaan Taliwang dan Kerajaan Jereweh.

# Silsilah Keturunan

Nah, berdasarkan kelompok-kelompok tersebut maka kamu akan tau dari mana tiap kelompok itu berasal. Silsilah asal usul itu tercatat dalam himpunan yang di sebut Buk. Namun sayangnya, tak adalah lagi himpunan silsilah tersebut. Dan satu-satunya Buk yang berhasil ditemukan adalah Buk Dea Karang Bawa. Di dalam Buk itu sangat jelas di sebutkan dari keturunan mana berasal.

Inilah beberapa hal terkait perkembangan masyarakat Sumbawa. Berbagai macam suku ada di Sumbawa, yang terpenting adalah bukan dari mana asal usul kamu tapi bagaimana kamu bisa menjaga nama Sumbawa tetap baik, menjaga keharmonisan dalam kemajemukan dan Bangga menjadi bagian dari Sumbawa.