Latest News

Wah! Ternyata ini Orang Yang menggali “Sumir Batir”


ngibarbalang.id -- Di kalangan masyarakat Sumbawa sebutan “Sumir batir” sudah tidak asing terdengar. Dulunya lokasi sumur ini terletak di sebelah belakang tembok pekarangan belakang Gedung daerah, dulu dikenal dengan nama Istana Baru Sultan.

Konon ceritanya dulu pernah ada pendatang bangsa Alaydrus dari kaufah bernama Syamsudin. Beliau datang bersama Istrinya bernama Siti Zubaidah. Pada awalanya, sebelum sampai ke Sumbawa mereka sudah tinggal terlebih dahulu beberapa waktu di Palembang. Setelah beberapa waktu tinggal di Palembang mereka datang ke Sumbawa bersama seorang Kyai bernama Abdussamad.

Pada waktu tersebut raja Sumbawa sudah memeluk agama Islam. Setibanya di Sumbawa mereka langsung melaporkan diri pada Raja Sumbawa di Gunung Setia. Maksud mereka menemui raja Sumbawa adalah memohon tanah untuk tempat tinggal. Raja Sumbawa dengan baik hati menyambut kedatangan mereka dan memberikan sebidang tanah yang berlokasi “Keban Garenta” atau sekarang kita kenal dengan bekas komplek Sumbawa Theater. Kedung no lika, inilah nama sebutan yang mereka berikan itu tempat itu. Kemudian oleh masyarakat Sumbawa menyebutnya “Tal Basampang” karena disana terdapat pohon lonta yang bercabang yang tumbuh di tepi kokar dano, tempat yang sangat terkenal angkernya.

Nah, pada suatu hari anak dari Syamsudin dan Siti Zubaidah ini pergi bermain sampai dekat Istana Baru Sultan. Kamaludin kemudian mengali-gali tanah yang ada di sekitar pekarangan istana Baru Sultan. Lokasi galian Samsudin ini kemudian menjadi sumur dan itulah yang disebut dengan Sumir Batir.

Air Sumir Batir ini biasanya di gunakan oleh kalangan kerajaan. Jika akan ada upacara Istana Kerajaan seperti kawinan, khitanan atau acara lainnya maka air Sumir Batir ini adalah salah satu kelengkapan yang di perlukan. Biasanya air Sumir Batir dilengkapi dengan air sumur Ai Awak dan Ai Lempeh yang kemudian ketiga hal ini di namakan  “Ai Kadewa”

Nah inilah sekilas tentang sejarah awal Sumir Batir yang sangat terkenal di Sumbawa. Penulis tak menemukan penjelasan secara mendetail tentang awal mula air Sumir Batir ini digunakan sebagai kelengkapan untuk upacara kerajaan.