Latest News

Pernah Terjadi Perang Saudara Selama 23 Tahun di Sumbawa, Benarkah?

Foto: Sumbawa Tempo Dulu

Sumbawa...??? Dimana ya...??? Mungkin ini akan menjadi sebuah pertanyaan di kepala kamu yang berada di luar sana. Tapi yang jelas pasti kamu pernah mendengar ‘Madu Sumbawa’ atau ‘Susu Kuda Liar Sumbawa’..!!! dua jenis produk yang sangat identik dengan nama Sumbawa. Sumbawa adalah salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Posisi kabubaten ini berada di sebelah timur pulau Bali dan pulau Lombok, tepatnya di Pulau Sumbawa.

Dari sisi sejarah, banyak hal yang belum diketahui oleh khalayak ramai termasuk masyarakat Sumbawa itu sendiri. Penulis sedikit ingin memaparkan tentang Sumbawa dari sisi sejarah. Ada salah satu sumber yang penulis sendiri lupa namanya, tapi pada intinya mempertanyakan ‘ apakan benar pernah terjadi perang saudara selama 23 tahun di Sumbawa?’ Nah, jika kamu penasaran ada baiknya simak ulasan beriku ini.

Foto: Sumbawa Tempo Dulu

Ada penulis asal Negeri Belanda bernama H. Zollinger menuliskan:
“Dalam tahun 1790 keamanan dapat dilupihkan kepada keadaan semula, setelah (berkecamuknya) suatu perang saudara yang berjalan 23 tahun lamanya” dikutip dari buku Sumbawa Pada Masa Dulu.
Apakah benar perang saudara pernah terjadi selama kurun waktu 23 tahun lamnya? Ternyata bukan, pada saat itu ada perang antara dua kekuatan. Yaitu kekuatan kerajaan Sumbawa yang di Pimpin oleh Sultan-sultan Sumbawa bersama Panglima-panglima Bala Cucuk dan seluruh rakyat yang selalu taat dan patuh kepada raja mereka.

Pada saat itu, kompeni memiliki benteng Sukkelenburg dan Sumbawa memiliki benteng bala balong. Nah, kedua benteng ini saling berhadapan. Masyarakat Sumbawa menyebut benteng belanda sebagai Gedung Belanda yang berlokasi di Bukit Uma Sima atau sekarang yang dikenal dengan Kampung Irian. Posisi benteng ini memungkin untuk melihat kota Sumbawa secara keseluruhan karena letaknya yang lebih tinggi dari Sumbawa. Sedangkan benteng Bala Balong berlokasi di padang datar yang di susun dengan menggunakan tanah dan batu yang di timbun mulai dari tungkup berang Biji hingga Asrama Tua Abri brang bara.

Foto: Sumbawa Tempo Dulu

Pasukan Bala Cucuk sangat terkenal kala itu. Hal ini dikarenakan komandan-komandan regunya kebal. Badan-badang mereka anti benda tajam dan peluru. Sedangkan di barisan belakang sudah siap para Nyaka yang juga kebal bersama rakyat yangada di wilayahnya. 

Ternyata selama 23 tahun bukanlah sebuah perang saudara melainkan perlawanan raja-raja Sumbawa bersama rakyatnya terhadap Belanda atau yang disebut komperni yang pada akhirnya benteng Sukkerlenberg lenyap di gempur oleh pasukan Bala Cucuk dari kerajaan Sumbawa.

Nah, lokasi-lokasi bekas benteng ini sudah menjadi pemukiman. Lokasi Benteng belanda sudah menjadi lokasi pemukiman dengan nama Kampung Irian dan dan bekas benteng Bala Bolang adalah sekitar Brang Biji, Lempeh hingga Karang pekat. Tak banyak dari kita yang tahu jika tempat pemukiman yang padat ini adalah lokasi bekas benteng-benteng peperangan kompeni. Tempat ini menjadi saksi sejarah akan kehebatan raja-raja Sumbawa, Pasukan Bala Cucuk serta rakyat yang selalu taat dan patuh terhadap perintah rajanya.

Tak banyak dokumentasi yang di publikasikan tentang Kerajaan Sumbawa. Hal ini yang menyebabkan tak ada wawasan yang luas tentang sejarah Sumbawa. Penulis pernah menemukan satu buku ‘Sumbawa pada Masa Dulu’ yang sedikit banyak membahas tentang Sumbawa dari sisi sejarah. Buku ini juga tergolong sangat langka, susah untuk mendapatkannya sebagai bahan referensi menulis.