Latest News

Begini Sejarah awal mula Pantai Jempol alias Jempatan Polak Labuhan Sumbawa


ngibarbalang.id -- Romantisme menyambut sunset atau sekedar berduduk santai di pantai jempol menjadi trend di Kabupaten Sumbawa. Sebuah pantai yang berlokasi di Labuhan Sumbawa. Jempatan Polak atau lebih terkenal dengan sebutan Jempol, inilah nama yang sering di sebut para remaja atau bahkan sekeluarga untuk datang sekedar bersantai duduk dengan secangkir kopi dan jajanannya.

“Polak” merupakan Bahasa Daerah Sumbawa yang jika di artikan dalam Bahasa Indonesia “Patah atau terpotong”. Hal ini memang karena di pantai ini terdapat jembatan yang terpotong yang disebatkan oleh faktor usia yang sudah lama dan hempasan ombak ketika air pasang naik. Jembatan ini sudah tidak di manfaatkan lagi semenjak dibangunnya pelabuhan Badas.

Dulunya, jempol sangat terkenal sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal dangang baik yang datang dari dalam Indonesia maupun mancanegara. Ketika hendak berlabuh singgah di Sumbawa maka mereka akan berlabuh di sini.


Saking tuannya, Jembatan itu dibangun setelah Gunung Tambora meletus. Ketika itu sedang berkuasa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin II. Menurut beberapa Sumber tempat ini di bangun oleh belanda ketika mereka mulai menancapkan kekuasaannya di Sumbawa.

Pada awalnya, sebelum Jembatan Polak ini di bangun pelabuhannnya berada di Plimpet ( Palempat ) atau jembatan kerangka baja yang menuju Bandara sekarang. Hal ini beralih karena kapal-kapal belanda yang besar tak mampu masuk. Sehingga dibangunlah tempat bersandar kapal yang berlokasi di Jembatan Polak Ini.

Wah, ternyata Pantai Jempol juga merupakan saksi bisu sejarah Sumbawa. Penulis yakin tak banyak yang tau tentang awal mula pantai yang sangat terkenal dengan sebutan “JEMPOL” ini. Kuliner-kuliner khas sumbawa banyak kamu temukan disini. Sambil menikmati secangkir kopi, kamu juga bisa menikmati indahnya pemandangan laut serta pesonanya matahari tenggelam. Romantis bukan!!!